Jaran Bodag, Kesenian Asli Probolinggo yang Ada Sejak Zaman Majapahit

Jaran Bodag Probolinggo
FOTO/YOSABLOG

Ada begitu banyak tarian tradisional yang dimiliki Indonesia. Mulai dari Sabang sampai Merauke, kamu bisa menemukan beragam tarian unik yang mencirikan kekhasan dari daerah tersebut. Nah, Jawa Timur bisa dikatakan sebagai gudangnya tarian tradisional.

Salah satu yang terkenal adalah tarian Jaran Bodag. Kesenian unik ini berasal dari Kabupaten Probolinggo. Terletak di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur, kabupaten ini beribukota di Kraksaan. Selain tersohor dengan budaya lokalnya yang sangat kental, Probolinggo juga memiliki banyak destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

Hal ini karena wilayah kabupaten tersebut dikelilingi beberapa pegunungan seperti Tengger, Argopuro, dan Semeru. Ketiganya cukup familiar di kalangan pendaki karena sering dijadikan tempat berkemah. Kali ini, kamu akan diajak untuk mengenal lebih jauh tentang salah satu kesenian tradisional khas Kabupaten Probolinggo, yakni Jaran Bodag.

Usut punya usut, tarian tradisional ini ternyata sudah ada sejak zaman Majapahit. Adalah Mbah Namengjoyo, orang yang disebut-sebut sebagai yang pertama memperkenalkan kesenian Jaran Bodag di Lumbang, salah satu daerah di Kabupaten Probolinggo.  Menurut penuturan warga, peristiwa itu terjadi kurang lebih pada tahun 1700-an.

Tarian ini dilakukan dengan cara menaiki properti yang dibentuk seperti kuda. Warna kostum penari dan kuda-kudaannya pun dibuat berwarna-warni, sehingga tampilannya tampak sangat menarik mata. Untuk properti kudanya, itu biasanya dibuat dari anyaman bambu. Kemudian di bagian kepala kuda diberi per, agar bisa digoyangkan seperti mengangguk-angguk.

Menariknya lagi, menurut masyarakat setempat, kepala dari kuda Jaran Bodag juga bisa bergerak sendiri jika tak diberi sajen saat malam Jumat atau saat hari-hari sakral. Maka dari itu, pemilik kuda biasanya akan memberikan sajen secara rutin agar terhindar dari kejadian-kejadian yang tak diinginkan.

Kini, tarian ini masih tetap dilestarikan. Biasanya, para turis bisa menyaksikan Jaran Bodag saat perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada bulan Agustus. Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk menyaksikan secara langsung kesenian lokal khas Kabupaten Probolinggo ini? Jika ya, sudah waktunya untuk mengosongkan jadwalmu saat 17 Agustusan tiba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here