Stop Bully! Bocah Kelas 2 SD di Cirebon Diduga Tewas Usai Dibully

Kabar duka datang dari Cirebon, seorang bocah kelas 2 salah satu Sekolah Dasar (SD) di Cirebon tewas usai mengalami tindakan bully yang dilakukan oleh teman-teman sekolahnya.

Kabar tewasnya bocah AI tersebut pertama kali dibagikan oleh seorang netizen di Instagram bernama Ilyas melalui Instastorynya dan membuat heboh dunia maya.

Melalui Instagram Ilyas menceritakan bahwa, bocah malang AI tersebut padahal baru pertama kali masuk sekolah setelah sekian lama libur. Tapi nahas, di hari pertama masuk sekolah AI yang baru saja naik kelas 2 SD tersebut mendapatkan tindakan yang tidak menyenangkan dari teman-temanya sekolah.

Padahal menurut Ilyas, AI adalah anak yang baik dan tidak neko-neko. Tetapi, usia pulang sekolah pada hari pertama AI nampak murung dan mengeluh sakit. Ia mengaku kehilangan keseimbangan serta merasa rahang dan bagian mulutnya kaku.

 

Khawatir dengan keadaan AI, keluarga AI kemudian membawanya ke rumah sakit terdekat. Setelah dilakukan pemeriksaan, baru diketahui bahwa AI mengalami pendarahan berat di otak yang menyebabkan AI kemudian koma dan meninggal dunia.

“Kenalkan, ini AI.
Kemarin dia baru saja naik ke kelas 2 di salah satu SD, di Cirebon.

AI anak yang baik, tidak neko2, dan periang.
Namun dihari pertama sekolahnya itu, saat pulang dari sekolahnya.
Ia terlihat murung dan kesakitan.
Ia mengeluhkan kehilangan keseimbangannya dan rahangnya terasa kaku.

Saat itulah dia kehilangan kesadarannya
dan langsung dibawa ke RS terdekat.

AI mengalami pendarahan berat di otaknya 
dan jatuh koma hingga sekarang,” tulis Ilyas.

Tidak diketahui secara pasti tindakan bully seperti apa yang dilakukan oleh teman-temannya terhadap AI. Karena hal tersebut juga tidak diterangkan oleh Ilyas di Instastorynya.

Namun, yang jelas tindakan bullying yang dilakukan oleh teman-teman AI sudah kelewat batas wajar dan keterlaluan.

Meski begitu, pihak keluarga AI tidak membawa kasus ini ke penegak hukum. Menurut cerita Ilyas, pelaku yang menyiksa AI juga masih sama-sama dibawah umur.

“Pihak keluarga AI tidak membawa
permasalahan ini ke ranah hukum karena merasa
kasihan pelakunya masih dibawah umur.

Mereka hanya berharap ini dapat menjadi pelajaran hidup yang berharga dan memaafkan pelakunya,” jelasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here